FLU TULANG atau DEMAM CHIKUNGUYA
Beberapa karyawan RSI Tulungagung akhir-akhir ini ada yang diduga sakit flu tulang atau Chikunguya, penyakit ini memang sedang ditakuti karena bisa menyebabkan kelumpuhan seolah mati rasa tubuh tak bisa di gerakkan.
Di Tulungagung 150 warga Dusun Cluwakbono Desa Bono Boyolangu, keempat kali dalam kurun 2 bulan terakhir . Terserangnya wabah ini tidak disadari masarakat karena tidak paham dengan gejalanya Chikunguya
Mereka hanya menganggap penyakit biasa, berobat ke puskesmas dianggap penyakit biasa juga, 30 warga Kendal Kecamatan Gondang, 100 warga Wates Campurdarat, 20 warga Gesikan Pakel 2 bulan yang lalu (Detik Surabaya 12 /1/ 2008)
Apa itu Chikunguya?
Penyakit menular, di daerah tropis yang disebabkan oleh Virus Chikunguya. Virus ini termasuk keluarga Togaviridae, genus alphavirus disebarkan Nyamuk Aedes Albopictus
Kata chikunguya berasal dari Swahili yang berarti “yang berubah bentuk atau bungkuk”. Nama ini mengacu kepada postur tubuh penderita demam chikunguya, yang membungkuk,akibat nyeri sendi.
Gejala demam Chikunguya mirip Demam Berdarah Dengue?
Gejala demam chikunguya tidak jauh berbeda dengan gejala Demam Berdarah Dangue (DBD). Kedua Penyakit ini, chikunguya dan DBD, sama-sama disebabkan oleh virus yang dibawa lewat gigitan nyamuk aedes. Bedanya, DBD ditularkan oleh nyamuk Aedes Agepty dan Chikunguya oleh nyamuk Aedes Albopictus.
Bagaimana gejalanya Chukinguya?
Pertama sekali terjadi demam tinggi disertai menggigil yang mirip gejala influensa. Demam rata-rata 5 hari, sehingga terkenal dengan nama penyakit demam 5 hari .Lalu disertai dengan mual-muntah, sakit kepala dan sakit perut. Dalam 4 hari rasa nyeri dan ngilu mulai terasa di tulang kaki. Setelah itu di sekujur tubuh penderita timbul bercak-bercak merah. Pada tahap berikutnya, penderita akan mengalami kelumpuhan pada tangan dan kaki. Namun, kelumpuhan ini tidak berlangsung lama. Penderita akan segera sembuh dalam beberapa hari saja. Meskipun mirip dengan demam berdarah dengue, demam chikunguya tidak mengakibatkan pendarahan hebat, renjatan (shock), ataupun kematian.
Masa inkubasi chikunguya adalah 2 -4 hari. Manifestasi penyakit berlangsung 3 – 10 hari. Virus ini termasuk self limiting disease yang artinya hilang dengan sendirinya. Namun, rasa nyeri dan sakit masih tertinggal dalam hitungan minggu sampai bulan.
Bagaimana mengatasi Chikunguya ?
Makan minum yang bergizi, istirahat cukup, obat pereda nyeri, penurun panas bisa membantu mengatasi penyakit ini
Tidak ada vaksin, tidak ada obat khusus, self limitting desease (sembuh sendiri)………yang terpenting pencegahan
Pencegahan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) 3M Menguras, Menutup wadah air, Mengubur sampah yang menyebabkan genangan air, menaburkan Larvasida atau Abate dan memelihara ikan pemakan jentik di kolam-kolam… Membersihkan lingkungan tempat bersarang nyamuk, kawat pelindung nyamuk di jendela atau pintu, memakai lengan panjang, celana panjang, gel anti nyamuk cukup efektif menghindari gigitan nyamuk.
Pemberantasan terhadap nyamuk ini harus dilaksanakan secara rutin dan berkala, karena berdasarkan penelitian dalam 10 hari sekali ratusan jentik berubah menjadi nyamuk. Jentik-jentik itu apabila dibiarkan akan berkembang pesat hingga membahayakan kehidupan manusia.
Sebaiknya yang terjangkit penyakit ini tidak keluar rumah dan tidur dengan kelambu untuk menghindari gigitan nyamuk
Olah raga ringan membantu, tetapi jangan olah raga berat bisa menyebabkan rematik
Sebagian orang mengatakan penyakit ini bisa diatasi dengan mengkonsumsi jus buah segar,
Benarkah?
Bagi penderita sangat dianjurkan makan makanan bergizi, cukup kharbohidratdan terutama protein serta minum sebanyak mungkin. Perbanyak mengkonsumsi buah-buah segar.
Sebaiknya minum jus buah segar.
Vitamin peningkat daya tahan tubuh bermanfaat untuk menghadapi penyakit ini. Selain itu makan makanan yang mengandung cukup banyak protein dan karbohidrat juga meningkatkan daya tahan
tubuh. Daya tahan tubuh yang bagus dan istirahat cukup bisa membuat rasa ngilu pada persendian cepat hilang.
Minum banyak air putih juga disarankan untuk menghilangkan gejala demam.
Bisakah seseorang terserang penyakit ini berkali-kali?
Kabar baiknya, penyakit ini sulit menyerang penderita yang sama. Tubuh penderita akan membentuk antibodi yang akan membuat mereka kebal terhadap wabah penyakit ini di kemudian hari. Dengan demikian, kecil kemungkinan bagi mereka untuk terkena kembali.
(AISYATUL MUKMINAH Tim Ilmiah Buletin RSI Tulungagung, 19 Maret 2008)
Tinggalkan Balasan ke Joni Saputra Batalkan balasan