| Pemeriksaan Ultrasonografi (USG) pada Kehamilan dengan Hipertiroid | |||
| No Dokumen | No Revisi | Halaman | |
| Standar Operasional Prosedur | Tanggal terbit | Ditetapkan oleh Direktur | |
| Pengertian | Pemeriksaan ultrasonografi (USG) pada kehamilan dengan hipertiroid adalah prosedur diagnostik non-invasif yang menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk menghasilkan gambar janin di dalam rahim. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memantau perkembangan janin dan mendeteksi komplikasi yang mungkin timbul akibat kondisi hipertiroid pada ibu hamil, seperti gangguan pertumbuhan janin, kelainan jantung, atau masalah pada plasenta. | ||
| Tujuan | Memantau pertumbuhan dan perkembangan janin sesuai usia kehamilan. Mendeteksi kelainan struktural dan fungsi jantung janin. Menilai kondisi plasenta dan cairan ketuban untuk mendeteksi komplikasi terkait hipertiroid. Menyediakan informasi penting untuk pengelolaan kehamilan yang aman bagi ibu dan janin. | ||
| Kebijakan | Pemeriksaan USG harus dilakukan oleh dokter spesialis kebidanan dan kandungan atau dokter spesialis radiologi yang kompeten dan terlatih. Setiap ibu hamil dengan hipertiroid harus dijadwalkan untuk USG rutin pada trimester pertama, kedua, dan ketiga, atau lebih sering jika diperlukan sesuai indikasi medis. Hasil pemeriksaan USG harus dicatat secara lengkap dalam rekam medis pasien dan dilaporkan kepada dokter penanggung jawab. Kepatuhan terhadap panduan internasional dan nasional mengenai pemeriksaan USG pada kehamilan dengan risiko tinggi, termasuk kehamilan dengan hipertiroid. | ||
| Prosedur | 1. Persiapan: Konfirmasi identitas pasien dan tinjau riwayat medis, khususnya terkait kondisi hipertiroid. Berikan penjelasan kepada pasien mengenai tujuan dan proses pemeriksaan, serta kemungkinan hasil yang akan didapatkan. Pastikan pasien dalam posisi yang nyaman di meja pemeriksaan, dan aplikasikan gel USG pada area abdomen untuk memudahkan transmisi gelombang suara. 2. Pelaksanaan: Lakukan USG dengan alat yang sudah dikalibrasi dengan benar. Periksa kondisi janin termasuk pertumbuhan, aktivitas jantung, dan kondisi anatomi secara menyeluruh. Evaluasi secara khusus jantung janin untuk mendeteksi kelainan fungsi atau struktur akibat dampak dari hipertiroid. Periksa kondisi plasenta, cairan ketuban, dan pembuluh darah untuk mengidentifikasi komplikasi terkait hipertiroid. Dokumentasikan semua temuan dan lakukan pengukuran yang diperlukan. 3. Pascapemeriksaan: Bersihkan gel dari abdomen pasien dan pastikan kenyamanan pasien. Diskusikan temuan pemeriksaan secara garis besar dengan pasien dan rujuk untuk tindak lanjut jika diperlukan. Catat dan simpan hasil pemeriksaan dalam rekam medis pasien, serta sampaikan laporan kepada dokter yang menangani kehamilan pasien. | ||
| Unit terkait | Instalasi Kamar BersalinInstalasi RadiologiInstalasi Rawat Jalan | ||
| Referensi | American Thyroid Association (ATA) Guidelines for the Diagnosis and Management of Thyroid Disease During Pregnancy and the Postpartum. Society for Maternal-Fetal Medicine (SMFM) Guidelines on the Management of Hyperthyroidism in Pregnancy. Panduan Praktik Klinis Nasional (PPKN) di Indonesia terkait Penatalaksanaan Hipertiroid pada Kehamilan International Society of Ultrasound in Obstetrics and Gynecology (ISUOG) Practice Guidelines on the Performance of Obstetric Ultrasound Scans. | ||
Tinggalkan komentar