Kebanyakan manusia tdk mengetahui cara mencari izzah. Ada yg mncari lewat titel, kedudukannya, ada juga yg melalui harta kekayaan. Mereka silau thd gemerlapnya dunia dan seisinya lalu berlomba-lomba mencarinya. Sebab utama dari semua itu krn mrk lupa Allah, akibatnya menjadi lupa diri & lupa misi, kemudian akhirnya mrk tidak memiliki izzah. “Dan janganlah kamu spt orang-orang yg lupa pd Allah, lalu Allah menjadikan mrk lupa pada diri sendiri. Mrk itulah orang-orang fasiq”.(59 :19)
Sejarah telah membuktikan, izzah akan dmiliki jk ada pndekatan dg Allah, menerima nilai yg datang dari Allah lalu memperjuangkan nilai itu. Umar ra: “Kami adalah kaum yg dimuliakan Allah dg Islam dan kapan saja mncari izzah (kemuliaan) pada selain Islam maka Allah merendahkannya. Rasulullah SAW dan para sahabatnya jadi mulia dan berkuasa di bumi Allah karena izzah dg Islam. Sains dan teknologi mrk ketinggalan dg muslim sekarang, bangsa-bangsa spt Romawi, Persia, dll. Tetapi kelebihan mereka hanya dengan Islam.
Tetapi jika kita melihat kenyataan muslim sekarang, keadaannya berbalik 180 derajat, mrk tidak memiliki kebanggaan sedikitpun dg Islam. Mereka campakkan Islam, sebagai gantinya mereka ambil apa yang datang dari barat & timur, seperti buih terombang ambing di lautan, tidak memiliki izzah. Tidak adanya izzah bisa menjadi penyakit, obat yang bisa menyembuhkan adalah Al Qur’an, ia merupakan Syifa’ bagi manusia pada umumnya dan muslim khususnya.
Izzah sebagai manusia: Allah mnciptakan manusia sebagai makhluk yang paling mulia diantara makhluk yang lain bahkan malaikat sekalipun. (17:70).
Izzah sebagai manusia : Malaikat disuruh hormat pada manusia karena kehebatan Ilmu yang ada padanya. ( QS. 2:31 )
Izzah sebagai manusia : Dilihat dari bentuk penciptaannya manusia diciptakan Allah dalam bentuk yang paling sempurna dan baik. (95:4)
Izzah sebagai manusia: Allah menundukkan apa yang ada di langit dan di bumi untuk kepentingan manusia dan menyempurnakan nikmatnya lahir dan bathin (31:20).
Izzah sebagai manusia : Kemudian manusia-manusia diangkat menjadi khalifah (wakil Allah) di muka bumi (Al-Baqarah : 30).
Seorang muslim lebih mulia karena nilai yang datang langsung dari Allah, ikatan (urwah) / hubungan (habl) / aqidah yang erat dengan Rabbnya.
Izzah sebagai pribadi muslim : Semua aktifitasnya berhubungan erat dengan Allah Rabbul ‘Alamiin. Sedangkan orang kafir terputus hubungannya dengan Allah, semua aktifitas hidupnya terlepas dari nilai Allah. Tidak ada izzah bagi orang-orang kafir.
Tinggalkan komentar