A I B

Assalaamu’alaikum wr wb.   

AIB. 

“Sesungguhnya orang-orang yg ingin agar (berita) perbuatan yg amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yg beriman, bagi mereka azab yg pedih di dunia dan di akhirat. dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui.” (QS. An-Nuur: 19).
Tidaklah patut bagi seorang muslim membuka aib saudaranya sendiri. Karena dlm Islam menjaga kehormatan sesama saudaramu yg seiman merupakan satu keharusan dan mesti dijaga  sebaik-baiknya.
“Barang siapa yg melepaskan kesusahan seorang muslim diantara kesusahan-kesusahan dunia, niscaya Allah akan melepaskan kesusahannya diantara kesusahan-kesusahan hari kiamat. Barang siapa memudahkan orang yang sedang salam kesulitan, niscaya Allah akan memberinya kemudahan dunia dan akhirat. Dan barang siapa menutupi aib seorang muslim, niscaya Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah akan selalu menolong hamba selama ia mau menolong saudaranya.” (HR. Muslim).

”Seorang hamba yg menutupi aib orang lain di dunia, kelak Allah akan menutupi aibnya di hari kiamat.” (HR.Muslim).                  –

Janganlah gemar menceritakan  aib sendiri kpd orang lain. Atau bahkan merasa berbangga diri dg membuka aibnya sendiri di depan orang lain.
Perbuatan ini dilarang dan dikecam keras dalam Islam.

“Semua umatku akan diampuni, kecuali orang yg terang-terangan berbuat dosa. Salah satu contohnya ialah seseorang yg melakukan suatu pekerjaan (buruk) dimalam yg ditutupi oleh Allah, tetapi kemudian  pagi harinya ia justru mengatakan, ‘Semalam aku melakukan ini dan ini.’ Ketika tidur malam aibnya sudah ditutupi oleh Tuhannya, tetapi pagi hari ia justru membukanya sendiri.’” (HR. Bukhari dan Muslim).          –

“Hai orang-orang yg beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka (kecurigaan), karena sebagian dari berprasangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yg suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (TQS. Al-Hujurat: 12)
Sungguh celaka orang yg berbuat dosa di malam hari dan Allah SWT tutupi aibnya, tapi ia malah membukanya di siang harinya dg menceritakannya kepada orang lain. Begitu pula sungguh celaka orang yg  berbuat dosa di siang hari dan Allah SWT tutupi aibnya, tapi ia malah membukanya di malam harinya dg menceritakannya kpd orang lain. Lebih celaka lagi orang yg suka membuka aib orang lain dg menceritakan dan menyebarkannya demi kesenangannya semata.
Semoga kita terjaga dari berbuat demikian, karena kehinaanlah yang diterimanya bagi siapapun yang berbuat demikian. Bukan hanya kehinaan di dunia, akan tetapi juga kehinaan di akhirat kelak. Na’uudzubillahi min dzaalik.

Wallahu ‘Alam bisshowab

Semoga bermanfaat.

Selamat beribadah!

Tinggalkan komentar