Assalaamu’alaikum Wr Wb.
SABAR
Aspek kesabaran sangat luas, lebih luas dari apa yang selama ini dipahami oleh orang mengenai kata sabar.
Imam al-Ghazali : sabar itu ada dua .
1. Bersifat badani (fisik), seperti menanggung beban dengan badan, berupa pukulan yang berat atau sakit yang kronis.
2. al-shabru al-Nafsi (kesabaran moral) dari syahwat-syahwat naluri dan tuntutan-tuntutan hawa nafsu. Bentuk kesabaran ini (non fisik) beraneka macam;
~Jika berbentuk sabar (menahan) dari syahwat perut dan kemaluan disebut iffah
~Jika di dalam musibah, secara singkat disebut sabar, kebalikannya adalah keluh kesah.
~Jika sabar di dalam kondisi serba berkucukupan disebut mengendalikan nafsu, kebalikannya adalah kondisi yang disebut sombong (al-bathr)
~Jika sabar di dalam peperangan dan pertempuran disebut syaja’ah (berani), kebalikannya adalah al-jubnu (pengecut)
~Jika sabar di dalam mengekang kemarahan disebut lemah lembut (al-hilmu), kebalikannya adalah tadzammur (emosional)
~Jika sabar dalam menyimpan perkataan disebut katum (penyimpan rahasia)
~Jika sabar dari kelebihan disebut zuhud, kebalikannya adalah al-hirshu (serakah).
Kebanyakan akhlak keimanan masuk ke dalam sabar, ketika pada suatu hari Rasulullah saw ditanya tentang iman, beliau menjawab: Iman adalah sabar.
Sebab kesabaran merupakan pelaksanaan keimanan yang paling banyak dan paling penting.
“Dan orang-orang yang sabar dalam musibah, penderitaan dan dalam peperangan mereka itulah orang-orang yang benar imannya, dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa” (QS. Al-Baqarah 177)
Wallahu a’lam.
Semoga kita senantiasa diberi kesabaran, tetapnya iman, islam dan keselamatan dunia akhirat. Aamiin Selamat beribadah…….Semangat!
Wassalaamu’alaikum Wr Wb.
Tinggalkan komentar