Assalaamu’alaikum Wr Wb.
Orang yang berbicara menyampaikan ilmu lebih baik keadaannya di hari kiamat karena manfaat yg diberikan kepada manusia. Sedangkan diam hanya bermanfaat bagi diri sendiri.
Dalam hal berbicara Rasulullah banyak memilih diam dibanding berbicara.
Barang siapa beriman kpd Allah dan hari akhir hendaknya berkata baik atau diam. (HR Muslim).
Imam As-Syafii berkata : jika seseorang ragu-ragu apakah perkataannya mengandung kebaikan atau tidak, maka ia tidak perlu berbicara sampai nampak kepadanya kebaikan itu.
Sehingga seorang mukmin akan berpikir dulu sebelum berbicara dan bukanlah berbicara baru berpikir, karena hal demikian tidak ada gunanya.
Imam Hasan Al Bashri : Lisannya ahli hikmah berada dibelakang hatinya. Jika ia hendak berkata, maka dikontrol oleh hatinya. Jika hati setuju, maka lisan berucap. Sedangkan orang bodoh, hatinya berada dipihak lisannya. Apa yang dikatakan lisan terlewat oleh hati.
Semoga Allah swt senantiasa menjaga lisan kita dengan selalu berdzikir dan berucap baik.
Aamiin.
Selamat beribadah……Semangat!!
Wassalaamu’alaikum Wr Wb
Tinggalkan komentar